Catatan Harian

Abstraksi Cinta 09

Dimas : Saturday, 10 - December - 2011 6:58 pm : Diary

Hujan di sore hari adalah fenomena yang biasa di musim penghujan. Namun ketika hujan seperti ini, selalu ada memori yang melintas cepat. Secepat kepakan sayap burung kolibri, namun sakit yang ditinggalkan setajam cakar rajawali. Semua selalu sama. Berakhir di penghujung hujan. Meski beda cerita, beda masa.

 

Entah apa yang membuatku begitu tak berdaya atau jika mau dikatakan “bodoh”. Mungkin cinta? Ah, bahkan aku tak menemukan definisi yang tepat untuk kata itu. Lupakan kata itu, yang ada hanya pertarungan antara logika dan hati. Apabila logika yang menang, maka untukmu masa depan. Namun jika hati, mungkin itu yang kau katakan cinta.

 

Empat kali musih penghujan berganti. Aku lupa. Mungkin lima. Satu hal yang aku ingat hujan itu sama dengan hujan-hujan lainnya. Meneteskan bulir-bulir air duka dari celah keputus asaan awan yang tak tega melihatku di sini. Ya, hanya sendiri menggenggam sebilah logam berlipat berwarna putih dan tak ketinggalan, hujan yang mengguyur.

 

Di ujung telfon sana, suara  yang hampir sepuluh purnama kukenal. Mengucap manis sejuta alasan ketika sedang pergi dengan lelaki itu. Ia ada di seberang sana. Ya, hanya di seberang jalan sana. Namun tak mau menemuiku yang belindung di bawah atap teras sebuah tempah yang aku pun tak tahu apa.

 

Semua telah berakhir pada saat itu. Aku tak tahu mengapa harus ada dusta jika memang itu tak ada urusannya dengan sesuatu yang dinamakan komitmen. Jika dusta hanya akan memupuk dendam dan kejujuran jadi tak bermakna lagi.

 

Hujan makin deras, deras, dan terus menghanyutkan sisa-sisa kenangan yang mungkin indah menurutku. Namun satu hal yang aku terima kasih. Terima kasih untuk tidak mengkasianiku. Biar semua berlalu dengan cepat dan anggaplah tak pernah ada cerita di antara kita.

 

 

Jakarta, di bawah lindungan hujan.

2 Comments »

Abstraksi Cinta 08

Dimas : Friday, 22 - April - 2011 2:11 am : Diary

Aku berharap dia adalah jawaban dari Do’aku selama ini. Seorang yang benar-benar mencintaiku. Cinta aku apa adanya, dengan seluruh kelebihan dan kekurangan yang ku miliki. Seseorang yang mau berjuang bersamaku, melewati tiap detik dalam hidup yang terkadang melelahkan ini. Seorang yang mau mmenemani diriku, dan memberikan pangkuannya untukku bersandar ketika aku menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya. Seorang yang mampu menjaga kehormatan dan cintanya untukku, hingga semua indah pada waktunya.

Aku ingin mencintai dirinya dengan sederhana. Cinta yang tak memabukkan, melainkan menenangkan. Menenangkan hati kami dengan rasa saling percaya dan memahami. Cinta yang akan membimbing kami pada kebahagiaan, meski kami tahu jalan kami tak akan sepenuhnya indah. Cinta yang membuat kami terkadang tak mengerti apa arti cinta itu, seandainya takdir tak pernah mempertemukan kami.

Sayang, aku berharap kamu adalah gadis yang aku tunggu selama hampir 23 tahun hidupku di atas dunia ini. Melengkapi diriku tanpa celah. Menjadi penyempurna iman dariku untuk Dia.

4 Comments »

Abstraksi Cinta 07

Dimas : Friday, 8 - April - 2011 4:43 pm : Diary

Mungkin hanya mimpi yang saat ini dapat mempertemukan kita. Di sini aku masih terduduk sendiri. Berharap entah kebetulan apa yang membawamu datang. Menemani Aku menikmati detik demi detik yang terlewati. Berbincang dalam puisi dan untaian kalimat yang mempesona. Hanya denganmu dan Aku. Itu saja.

10 Comments »

abstraksi Cinta 06

Dimas : Wednesday, 6 - April - 2011 11:31 pm : Diary

“seseorang yang mencintaimu selalu ingin tahu tiap detail yang kau alami dari membuka mata hingga kau terlelap di malam harinya”. “seseorang yang mencintaimu lebih dari sekedar kekasih untukmu, melainkan sahabat baik”. “seseorang yang mencintimu terkadang suka terdiam ketika menelpon karena mendengarkan suaramu saja sudah mampu menenangkan hati”. “seseorang yang mencintaimu akan berkata di tiap paginya bahwa ia masih hidup untuk melanjutkan nafas mencintaimu, dan ketika malam berkata bahwa ia ingin istirahat sejenak untuk tetap mencintaimu lewat mimpi”. “seseorang yang mencintaimu mampu memahami kata demi kata yang hendak kau sampaikan meski hanya dalam diam”. “seseorang yang mencintaimu akan selalu membuatmu merasa berarti dan dibutuhkan oleh dirinya”. “seseorang yang mencintaimu tak akan pernah kehabisan perbendaharaan kata maaf di kamusnya”. “seseorang yang mencintaimu akan rela menunggu hingga 9 jam di kursi yang sama hanya untuk dapat menyentuh jemarimu yang hangat”. “seseorang yang mencintaimu akan selalu berusaha mengerti sikapmu betapa sakit proses yang harus dilalui”. “seseorang yang mencintaimu akan menjaga hatinya seperti ia berharap bahwa kamu akan menjaga hatimu untuknya”. “seseorang yang mencintaimu akan selalu siap untuk menerima kenyataan jika kau tak mencintainya lagi, atau memang tak pernah sekali-kali mencintainya”. “seseorang yang mencintaimu tak akan pernah lelah tuk belajar bagaimana membuatmu mencintainya”. “seseorang yang mencintaimu tak peduli siapa engkau dan akan menemanimu hingga izrail memisahkan kalian”. “seseorang yang mencintaimu tak akan berhenti mencintaimu meski kalian tak bersama lagi”.

2 Comments »

abstraksi cinta 05

Dimas : Wednesday, 6 - April - 2011 9:20 pm : Diary

Cinta itu datang dan sekali lagi membuatku sulit bernafas.. Memberiku secercah kebahagiaan imaginer, hingga menjatuhkanku ke lembah terdalam. Cinta dan aku selalu tersiksa ketika ia datang. Menyalahi kaidah-kaidah logika tanpa memberiku kesempatan tuk mengerti.

Diam, dan hanya itu yang aku dapat. Sedingin es ketika aku ingin menghangatkan, dan sekeras baja saat hati ini melunakkan.

Venus, beri aku jawaban atas semua ini. Usah kau hanya diam menyimpan sejuta jawaban yang ku harapkan. Mungkin aku hanya vulkanus yang seti pada Venus. Namun aku yakin, sejauh apapun kau berkelana, pada akhirnya kau akan kembali padaku jua.

Leave a response »

abstraksi Cinta 04

Dimas : Monday, 28 - March - 2011 7:16 pm : Diary

Aku tahu cinta itu bodoh. Sebodoh hati yang tulus mencinta seorang kekasih. Tak pernah jera tuk mencinta meski terkadang cinta itu tak seindah permata. Bahkan tuk berfikir agar berpindah ke lain hati pun serasa tak sanggup.

Cinta itu memang bodoh. Layaknya si burung pungguk yang berharap mampu menyentuh wajah sang bulan. Karena ia terlalu cantik tuk menyambut cinta si burung pungguk meski cinta itu lebih besar dari matahari.

Cinta itu memang bodoh dan menyiksa.. Namun siksaan itu terkadang terasa amat manis. Menghujam kalbu di kala ia pergi, sekaligus meninggalkan memori yang teramat indah. Bodoh memang, tapi terbuktilah kata pujangga bahwa cinta itu adalah siksaan yang manis.

Bodoh aku yang telah jatuh cinta kepada dirimu. Tak mengacuhkan sedalam apa luka yang pernah kau buat. Merobek asa ketika cinta mulai mengalir jauh ke lubuk hati. Aku memang bodoh.. Karena mencinta dirimu, kesalahan yang membuatku tak sesalkan lara.

Leave a response »

abstraksi Cinta 03

Dimas : Saturday, 19 - March - 2011 8:22 am : Diary

Dia menghilang.

Hampir empat hari. Namun rasanya bagai pluto yg tertatih mengitari matahari sebanyak 4 periode.
Tiap detik yg terlewati, makin menegaskan garis-garis cinta yg terus terukir.
Saling silang, berhimpitan, hingga makin nyata menyelimuti hati ini.
Venus, aku tahu sejauh kan berkelana, di akhir cerita kau kan kembali.
Merangkai nafas dalam kata.
Memeluk harapan di atas bait-bait puisi yang kita senandungkan dalam diam.
Hanya kita yang tahu. Kamu dan aku di sini.

Leave a response »

Abstraksi Cinta 02

Dimas : Wednesday, 16 - February - 2011 12:46 am : Diary

Apa lagi yang membuatku seperti ini.
Ketika Aphrodite datang dan menyapa
Menubrukku dengan segenggam cinta yang pernah kukenal
Membuatku terpuruk, gusar dengan rasa ini more »

1 Comment »
«back Page 1, 2 next»

Incoming search terms: