Puisi Matahari
Seberkas garis menembus jendela berterali.
Merambatkan gelonbang-gelombang tranversal pagi di pipi lembut seorang putri.
Dikala ia membuka matanya, segenap alam berseri menari.
Angin bernyanyi, tetes embun meniti.
Akulah sang bintang di kala itu.
Bersinar atas kuasa tanpa meragu.
Kubakar tubuh ini tuk sekedar menghangatkanmu.
Walau terkadang kau tiada tahu.
Ingatlah hangatku dikala senyum merona.
Layaknya musim semi hai bunga...


