Poems | Dimas Prasetyo

Puisi Matahari

January 31st, 2011 0 Comments

Puisi MatahariSeberkas garis menembus jendela berterali. Merambatkan gelonbang-gelombang tranversal pagi di pipi lembut seorang putri. Dikala ia membuka matanya, segenap alam berseri menari. Angin bernyanyi, tetes embun meniti. Akulah sang bintang di kala itu. Bersinar atas kuasa tanpa meragu. Kubakar tubuh ini tuk sekedar menghangatkanmu. Walau terkadang kau tiada tahu. Ingatlah hangatku dikala senyum merona. Layaknya musim semi hai bunga...

Berakhir dengan Indah

January 30th, 2011 1 Comment

Berakhir dengan Indahhari ini masih jelas ku ingat. Tersuspensi di dasar benak tak terjamah. Tujuh bulan yang lalu, tanggal yang sama, tempat yang sama, hujan yang sama, namun esensi yang berbeda. Tak ingin lepas rasanya dari memori. Di kala titik air berlomba turun menyapa bumi. Ditemani guruh yang tak mau tertinggal dari sang kilat. Semua itu terkonfigurasi dalam sebuah persamaan stekiometri hingga udara lembab layaknya kertas mencatat pesan itu. Tersirat,...

Koran Today

My Archives

Page Rank

Key words

  • Partner links