IRONI Pahlawan dan Pemain Belakang Layar
(Kisah Medeia yang Dikhianati Jasan dalam Mitologi Yunani Jason & the Argonauts)
Pendahuluan
Yunani merupakan negeri dengan sejuta pesona. Tempat dimana peradaban Eropa berasal ini memiliki ribuan kisah-kisah monumental. Kisah mengenai dua belas dewa-dewi Olimpus amat terkenal seantero dunia. Banyak karya seni yang terinspirasi seperti lukisan atau pahatan yang bernilai amat tinggi. Di sisi lain, kisah-kisah tersebut tak lain merupakan cerminan dari kehidupan manusia. Sebagai bangsa yang menghormati humanisme, kisah-kisah mitologi Yunani dijadikan pula sebagai refleksi dan pelajaran bagi manusia dalam bertingkah laku. Tiap tokoh dewa-dewi luar biasa dengan kesempurnaan dan kelebihannya, selalu tetap memiliki sifat-sifat dasar yang dimiliki manusia seperti cinta, egois, sombong, pintar, dan lain-lain.
Selain dewa-dewi, masyarakat Yunani Kuno pun memiliki ksah-kisah kepahlawanan. Para pahlawan ini adalah manusia biasa atau manusia setengah dewa yang menjalani petualangan atau melakukan hal-hal besar pada masanya. Sudah tentu, banyaknya kisah-kisah kepahlawanan ini didorong oleh karakter masyarakat Yunani Kuno yang suka berpetualangan dan tantangan. Mereka menganggap bahwa hal terbesar yang bisa dilakukan oleh manusia selama hidup adalah berperang. Dengan perang, ia dapat membuktikan kemampuan dan kekuatannya kepada manusia atau para dewa.
Salah satu kisah kepahlawanan yang cukup populer dan dapat dijadikan sebagai refleksi hidup yang baik adalah kisah Jason & the Argonauts. Kisah ini berpusat pada upaya Jason yang dibantu oleh 50 pahlawan Yunani dalam mencari bulu domba emas yang berada di daerah bernama Colchis. Petualangan ini merupakan kisah legendaris yang terdiri dari banyak kisah kepahlawanan dalam melewati rintangan demi rintangan. Namun, tulisan ini akan membahas lebih dalam lagi pada pengkhianatan Jason terhadap kekasihnya, Medeia, yang memiliki peranan cukup dominan dalam mewujudkan tujuan Jason untuk mendapatkan bulu domba emas dan merebut kembali tahta yang menjadi haknya. Akan dilihat bagaimana ironi yang terjadi pada Medeia, sebagai seseorang yang memiliki peran cukup penting, hingga akhirnya dicampakan oleh Jason setelah tak diperlukan lagi.
Secara umum, kisah petualangan Jason dimulai ketika ia harus memenuhi tantangan raja Pelias untuk mengambil bulu domba emas yang ada di Colchis. Jason adalah anak bungsu dari raja Aeson dan ratu Alcimede, pemegang sah tahta kerajaan Iolcus. Ketika ratu Alcimede sedang mengandung Jason, Pelias, saudara raja Aeson, melakukan kudeta. Oleh ibunya, Jason kecil dititipkan kepada sentaurus Chiron agar merawat dan membesarkannya. Setelah dewasa, Jason datang kembali ke Ilocus untuk menuntut balik tahtanya dari Pelias. Namun, raja Pelias tidak ingin menyerahkan tahtanya begitu saja. Ia meminta Jason untuk mengambil bulu domba emas dengan harapan Jason akan gagal menjalani tugas tersebut. Sebab tempat dimana bulu domba emas itu berada, ada di sana menjaga seekor naga raksasa yang tak pernah tidur.
Jason menyanggupi, dan berangkatlah ia dengan perahu Argos bersama para pahlawan Yunani lainnya yang kemudian disebut Argonauts. Selain dibantu para pahlawan seperti Herakles, Odiseus, Atalanta, Theseus, Orpheus, si kembar Castor dan Pollus, putra Boreas, dan kawan-kawan, Jason turut dibantu pula oleh dewa-dewi yang dimotori oleh Hera. Hera yang memiliki maksud pribadi untuk membalaskan dendam kepada Pelias yang telah melakukan pembunuhan di kuil Hera, membantu Jason dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan meminta Athena untuk membantu Jason membuat perahu yang dinamakan Argos tersebut.
Banyak tempat berbahaya yang harus dilewati Jason dan Argonauts. Mulai dari pulau Lemnos yang hanya didiami oleh perempuan saja. Kemudian daerah yang bernama Propontis dimana daerah tersebut sedang diteror oleh raksasa bertangan enam. Ada pula daerah bernama Mysia yang menyebabkan teman karib Herakles, Hilas, hilang dan Herakles terpaksa tidak melanjutkan perjalanan bersama para Argonauts. Selanjutnya, mereka sampai di SALMIDESSOS, dan bertemu dengan Phineas yang buta dihukum oleh dewa sebab ia dapat mengetahui masa depan terlalu jauh. Jason dan argonauts membantu Phineas melepaskan diri dari para Hapies yang menyiksanya selama ini. Phileas, sebagai tanda balas budi, memberitahu cara melewati Symplegades yang merupakan jalan satu-satunya untuk mencapai Colchis. Caranya adalah dengan melepaskan burung merpati di antara gerbang batu karang Symplegades. Jika burung merpati itu berhasil melewatinya dengan selamat, berarti Jason dan perahunya dipastikan pula untuk dapat melewati gerbang yang dapat mentutup sendiri secara otomatis itu.
Sesampainya di Colshis, ia menyampaikan kepada raja Aietes selaku penguasa Colshis akan niatnya untuk membawa bulu domba emas ke Iolcus. Namun Raja Aietes memberinya tantangan untuk membajak ladang dengan banteng-banteng api sebelum diperbolehkan mengambil bulu domba emas di tempatnya. Dewi Hera, yang memang dari awal mendukung usaha Jason, membantunya dengan meminta Aprodite agar menyuruh Eros menembakkan panah asmaranya pada Medeia, putri Aietes, agar jatuh cinta pada Jason dan membantu usaha Jason.
Mulai dari sini, peranan Medeia amat dominan dalam petualangan Jason. Sebagai seorang penyihir, Medeia memiliki kemampuan untuk membuat ramuan dan mantra-mantra gaib. Ketika harus melewati tantangan membajak ladang dengan banteng api, Medeia memberi Jason salep yang membuat Jason tidak akan terbakar oleh api yang disemburkan oleh banteng api bernama Khalkotaur itu. Setelah melewati rintangan tersebut, sampailah Jason pada tahap terakhir dimana ia harus mengambil sendiri bulu domba emas di dalam goa yang dijaga oleh naga raksasa peliharaan Dewa Ares. Untuk mengelabuhi naga tersebut, Medeia membuat ramuan yang dapat membuat naga tersebut tertidur. Dengan ramuan dari Medeia, Jason membuat naga itu tertidur, dan dengan mudah mengambil bulu domba emas untuk dibawa ke Iolcus.
Ketika kembali ke Iolcus, Medeia meminta untuk ikut bersama Jason. Di dalam perjalanan, Medeia banyak membantu rombongan Argos seperti ketika melawan Talos, raksasa yang menjaga pulau Kreta. Sesampainya di Iolos, peranan Medeia menjadi lebih penting lagi. Tak ada lagi para Argonauts yang merasa tugas mencari bulu domba emas telah selesai, Medeia menjadi satu-satunya tumpuan Jason.
Pada saat Jason sampai di Iolcus untuk menyerahkan bulu domba emas tersebut kepada raja Pelias, ia mendapat kabar bahwa ayah dan ibunya telah mati karena kejahatan Pelias. Merasa memiliki Medeia yang dapat diandalkan, Jason meminta bantuan kepada kekasihnya itu agar dicari cara untuk membalaskan dendamnya kepada Pelias. Berikut adalah kisah dimana Medeia, dengan kemampuan sihirnya, membantu Jason untuk membunuh Pelias.
Medeia kemudian mengadakan ritual semalaman, dan pada pagi harinya, sebuah kereta yang ditarik oleh seekor naga telah tersedia di luar rumahnya. Ia kemudian pergi ke gunung Ossa, Pelion, Thris, Pindus dan Olimpus. Setelahnya, ia mengunjungi sungai Apidanos, Enipius dan Pinius mengumpulkan tanaman untuk ramuannya. Ia kemudian menciptakan sebuah ramuan yang dipenuhi oleh kekuatan kehidupan.
Setelah selesai, Medeia kemudian pergi menemui putri-putri Pelias dan berhasil menipu mereka dengan mengatakan bahwa ia memiliki kekuatan yang bisa membuat ayah mereka kembali muda. Ia kemudian mendemostrasikan kekuatan ramuannya pada seekor domba. Medeia menyembelih seekor domba yang sudah tua, memotong-motong tubuh domba itu, dan memasukannya ke dalam kuali berisi air mendidih yang sudah dicampur dengan ramuannya. Medeia lalu membacakan mantranya. Setelah selesai, Medeia mengangkat domba itu, yang kini telah hidup dan bahkan kembali muda. Domba itu menjadi sangat sehat, tanduknya kuat, bulunya tumbuh lebat dan hewan itu mengembik gembira
Putri-putri Pelias merasa takjub dan ingin melakukan hal yang sama kepada ayah mereka. Mediea mengajarkan cara melakukan ritual itu, tapi tidak memberikan ramuan yang benar kepada mereka. Ketika Pelias sedang tidur, putri-putrinya kemudian membunuh Pelias, memotong-motong tubuhnya, dan memasukkannya ke dalam kuali yang berisi air mendidih yang sudah dicampur oleh ramuan [palsu] yang diberikan Medeia. Mereka membacakan mantranya dan menunggu. Namun setelah beberapa jam, ayah mereka tidak kunjung keluar, dan ketika air kuali itu kering, nampaklah sosok ayah mereka yang sudah menjadi mayat. Kabar Kematian Pelias tersebar, dan kota pun jadi kacau. sementara putri-putri Pelias hanya bisa meringkuk ketakutan di dekat jenazah ayah mereka. Akastos, putra Pelias, marah dan pada akhirnya mengusir Jason dan Medeia keluar dari Iolcus.
Sampai di sini, dapat dilihat bagaimana jasa Medeia amat besar kepada Jason. Jika mau dikritisi secara jernis, peranan Jason tidak terlalu banyak dalam petualangannya sendiri. Ia lebih banyak mendapatkan bantuan dari para Argonauts dan Medeia istrinya. Bahkan pada saat ingin merebut kekuasaan dari Pelias, ia meminta bantuan kepada Medeia yang seorang perempuan. Menurut penulis, tindakan Jason ini tidak mencerminkan tindakan seorang ksatria dan nilai-nilai keberanian seorang pahlawan. Namun demikian, Jason tetap dianggap sebagai pahlawan karena telah memimpin para Argonauts dan ekspedisi mencari bulu domba emas yang sebenarnya untuk kepentingan pribadinya saja.
Ketika perbuatan Medeia diketahui oleh putra Pelias, Jason dan Medeia diusir dari Iolcus. Mereka kemudian tinggal di Korintus selama sepuluh tahun. Di sana, mereka memiliki anak dan membina rumah tangga di sana. Hingga pengkhianatan Jason terhadap istrinya terjadi ketika ia jatuh cinta kepata putri Glauke, anak dari raja Kreon, penguasa Korintus.
Perbuatan Jason yang seakan tidak tahu membalas budi ini, amat membuat Medeia murka. Ia merasa telah dikhianati setelah merasa banyak membantu Jason dalam petualangannya selama ini. Namun Jason seakan tak peduli, dan malah menyakiti peasaan Medeia dengan mengatakan bahwa karena Aphrodite lah Medeia jatuh cinta kepadanya, dan mau membantu petualangan Jason.
Di akhir kisah, Media yang tak menerima pengkhianatan Jason, menaruh dendam kesumat pada suaminya itu. Dengan kemampuan sihirnya, ia memantrai gaun yang akan dihadiahkan kepada Putri Glauke. Setelah memakainya, gaun tersebut langsung terbakar dan membunuh Putri Glauke seketika. Raja Kreon, yang ingin menolong putrinya, ikut menjadi korban karena terbakar oleh kobaran api dari gaun tersebut. Hal ini secara tidak langsung menyimbulkan sebuah kemarahan Medeia yang amat dahsyat dan mampu membakar siapa saja seperti api yang berkobar-kobar.
Sebelum meinggalkan Jason, Medeia membunuh sendiri dua putranya hasil hubungan dengan Jason. Ia mengatakan bahwa rasa bencinya terhadap Jason, mengalahkan rasa cinta pada kedua anaknya sendiri. Tindakan Medeia ini memperlihatkan betapa sebenarnya Media amat mencintai Jason. Meski pada awalnya benar Aphrodite yang melalui Eros lah yang membuat Medeia jatuh cinta pada Jason, hingga bertahun-tahun rasa cinta itu semakin besar. Terbukti dari tindakan Media saat terluka oleh Jason. Karena semakin besar cinta seseorang, maka akan makin sakit rasanya jika disakiti oleh orang yang dicintai itu.
Kesimpulan
Adanya tokoh Medeia dalam petualan Jason, secara implisif ingin menekankan bahwa peranan perempuan itu tak dapat diabaikan dalam kehidupan seorang laki-laki. Ungkapan yang mengatakan bahwa di balik kesuksesan seoranglaki-laki ada perempuan hebat di sana, terepresentasi dengan baik oleh Media dalam kisah mitologi ini.
Selama berada Jason, Medeia tak menuntut apa-apa dengan semua bantuannya kepada Jason. Ia sudah merasa cukup dengan mendapatkan cinta dari Jason untuk dirinya. Pernikahannya selama beberapa tahun dengan Jason, cukup membawa kebahagiaan dalam hidupnya. Tak ada keinginan untuk merasa berjasa atas suaminya sendiri. Hal ini menunjukan bagaimana sosok seorang perempuan atau istri yang ideal menurut masyarakat Yunani Kuno. Bahwa apapun yang dilakukan istri, adalah tanggung jawab dari suaminya.
Namun, ketika Medeia dikhianati oleh Jason, ada perlawanan yang terjadi di sana. Selama ini Medeia yang dianggap sebagai orang belakang layar atas semua kesuksesan Jason, memberontak karena kepercayaannya telah tersakiti. Kemdian, Medeia pun ingin menunjukan bahwa seorang perempuan (dirinya) tak dapat diremehkan dan ditindas begitu saja. Ia membalas-dendam dengan membunuh Putri Glauke, dan tragisnya, turut pula membunuh kedua anak kandungnya sendiri. Medeia tak ingin dilihat sebagai seseorang yang lemah. Ia memperlihatkan bahwa ia pun berani untuk tega membunuh anaknya sendiri.
Terakhir, kisah ini dengan jelas memberikan amanah kepada masyarakat Yunani Kuno agar jangan pernah melupakan jasa-jasa seseorang. Jason bagaikan pahlawan yang ironis. Menjadi besar dengan sebagian besar bantuan orang lain, dan kembali hancur oleh seseorang yang paling berjasa dalam hidupnya itu.
Sumber cerita: Wikipedia dan Greek-Roman Mythologi A-Z
Other articles you might like;
- Putihkan Internet, Berdzikir dalam Blog dan Jejaring Sosial
- Memanfaatkan New Media untuk Aksi Sosial pada Penyandang Disabilitas
- Teknologi, Peretas Batas Disabilitas
- Meraba Gema Braille di Dunia Maya
Share This Article
Sign up Free Email Newsletter
Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:Don't forget to confirm your email subcription



One Comment to “IRONI Pahlawan dan Pemain Belakang Layar”
[...] This post was mentioned on Twitter by Dimas Prasetyo M, Dimas Prasetyo M. Dimas Prasetyo M said: baru: IRONI Pahlawan dan Pemain Belakang Layar http://bit.ly/i5Hs9m #dimasprasetyo.net [...]