Penggunaan Jargon sebagai Teknik Pembauran Individu ke dalam Komunitas Kaskus.us | Dimas Prasetyo

Penggunaan Jargon sebagai Teknik Pembauran Individu ke dalam Komunitas Kaskus.us

June 2nd, 2010 read 46 times 1 Comment

Pendahuluan

Di era globalisasi seperti sekarang ini, internet bukanlah sebuah kata yang asing di telinga masyarakat dunia. Penyebaran teknologi internet saat ini tidak hanya terjadi di negara maju, negara berkembang seperti Indonesia pun turut merasakan dampaknya. Pesatnya penyebaran ini tidak lain karena fungsi internet yang amat mendukung kebutuhan zaman. Dimana segala sesuatu harus serba cepat, internet merupakan sebuah solusi yang tepat untuk menjawabnya.

Dengan adanya internet, alur informasi yang dahulu amat sulit dalam penyebaran, kini cukup beberapa klik di komputer untuk akses informasi dari seluruh dunia. Jutaan jumlah situs di internet menyediakan informasi berbagai jenis untuk dikonsumsi. Dari mulai konten yang amat positif, sampai ke negatif.

Dewasa ini, dengan teknologi website 2.0, pengunjung dapat turut berinteraksi dan menyimpan konten di internet. Media blog telah mengubah interaksi yang dahulunya bersifat satu arah untuk menjadi dua arah. Siapa saja bisa membuat blog untuk menyimpan gagasan atau tulisannya dalam blog. Atau mungkin sekedar menuliskan komentar atas tulisan orang lain. Dari komentar atau gagasan yang tersimpan dalam media internet, tercipta sebuah interaksi sesama pengunjung situs tersebut. Interaksi ini lambat laun tidak hanya terjadi dari dua atau beberapa orang saja, anggotanya bisa melebihi jumlah puluhan atau ratusan dengan dasar pengikat dari minat yang sama. Sehingga demikian, interaksi ini akan membentuk sebuah komunitas atau forum diskusi dunia maya antar pengunjung internet.

Situs forum komunitas pada dasarnya berawal dari blog pirbadi yang lambat laun semakin berkembang dengan bertambahnya member atau anggota. Ketika konten yang terdapat dalam situs tersebut tidak hanya berasal dari satu atau sekelompok orang saja, maka sebuah situs sudah dapat dikatakan sebagai situs komunitas. Tiap pengunjung yang telah terdaftar sebagai anggota dapat mengirimkan tulisan atau konten sendiri ke situs tersebut. Selanjutnya, konten yang dikirimkan oleh anggota ini, akan dapat dilihat oleh anggota lain. Mereka dapat saling berkomentar atau berdiskusi dalam tulisan itu.

Lebih jauh lagi, ada beberapa fungsi yang turut diakomodasi oleh situs forum komunitas seperti jual-beli, iklan, atau sekedar bergosip. Anggota bisa dengan fasilitas yang ada membuat sebuah tulisan untuk menawarkan sebuah barang/jasa yang kemudian akan mendapat tanggapan dari anggota lain. Transaksi berikutnya dapat terjadi secara on-line (dengan alat-alat transaksi online yang tersedia seperti paypal), atau bertemu secara langsung. Namun demikian, secara umum fungsi situs forum komunitas ini tepat pada sharing informasi sesama anggota.

Jika ditilik lebih jauh, fenomena situs forum komunitas ini layaknya sebuah konsep masyarakat yang berbeda media. Situs seperti ini memiliki beberapa aspek yang menjadi prasyarat dari definisi  kata masyarakat. Menurut Koentjaraningrat (1990), masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama[1]. Dalam kaitannya dengan situs forum komunitas, ada peraturan yang mengikat bagi setiap anggotanya ketika melakukan proses registrasi. Peraturan ini tertuang dalam term and agreement yang harus disetujui calon anggota untuk dapat melanjutkan proses registrasi. Selain itu, tiap situs forum komunitas memiliki admin atau moderator yang bertugas mengatur alur diskusi dan menjaga konten dalam situs agar tetap sesuai peraturan. Ketika ada diskusi yang menyalahi peraturan atau ada anggota yang bertingkah laku di luar kewajaran, para admin atau moderator ini berkewajiban memberikan hukuman pada anggota tersebut. Lebih jauh lagi, di sebuah situs forum komunitas yang telah lama berdiri dengan anggota yang setia, akan terbangun sebuah identitas kolektif. Mereka biasanya menamai dirinya dengan istilah tertentu. Hal ini menjadi identitas yang akan membedakan mereka dengan anggota situs forum komunitas lain.

Termasuk dalam proses seseorang memasuki sebuah komunitas baru, ada prasyarat tertentu yang harus dilakukan. Selain minat yang sama, calon anggota itu harus cepat beradaptasi dengan peraturan dan kebiasaan berbahasa yang berlaku. Howard Giles (dalam Baikoeni, 2008) melihat pemilihan bahasa berhubungan dengan keinginan seseorang individu untuk memperjelas maupun mengaburkan hubungan dirinya dengan kelompok bahasa tertentu. Ide dasar dari teori akomodasi adalah bahwa secara umum seorang penutur bahasa akan berupaya masuk dalam suatu pembicaran (convergence) melalui pemilihan bahasa yang sesuai dengan keperluan peserta yang terlibat dalam komunikasi. Sebaliknya, apabila tidak ingin masuk dalam suatu pembicaran (divergence), individu tersebut akan memutuskan penggunaan bahasa tertentu secara sadar[2].

Salah satu dari kebiasaan berbahasa yang menjadi identitas sebuah situs adalah penggunaan jargon. Tiap anggota dalam sebuah situs forum komunitas kerap kali menggunakan jargon yang hanya dimengerti oleh anggota-anggotanya. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan, kata jargon didefinisikan sebagai kosakata khusus yang digunakan dalam bidang kehidupan (lingkungan) tertentu[3]. Jargon ini mengacu pada kata-kata khusus yang kerap ditemui dalam suatu bidang. Seperti contoh dalam dunia internet, lazim ditemui kata-kata seperti mouse, keyboard, CPU, monitor, LCD, hardisk, ROM, dan lain-lain. Semua kata tersebut hakikatnya adalah kata-kata asing yang identik dengan dunia komputer. Penggunaannya didasarkan pada kebutuhan akan komunikasi yang lebih mudah dipahami sesama praktisi dunia komputer.

Oleh karena itu, dalam esei ini akan dibahas bagaimana penggunaan jargon tertentu menjadi sebuah kunci penting dalam usaha pembauran calon anggota di dalam komunitas on-line yang dalam kasus ini diambil sample situs komunitas kaskus.us.

Situs forum komunitas on-line kaskus beralamat di http://www.kaskus.us. Didirikan sejak 6 November 1999, kaskus.us telah mengklain dirinya sebagai situs komunitas dunia maya terbesar di Indonesia. Pada mulanya, kaskus.us didirikan oleh tiga orang pemuda bernama Andrew Darwis, Ronald, dan Budi. Mereka adalah mahasiswa asal Indonesia yang sedang belajar di Seattle Amerika Serikat. Tujuan awal situs ini adalah sebagai forum informal tempat mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk berdiskusi segala sesuatu tentang Indonesia[4]. Nama kaskus sendiri diambil dari singkatan kata “kasak kusuk” yang dapat disamakan artinya dengan mengobrol atau bergosip. Jumlah anggota dalam kaskus terus meningkat terutama ketika situs ini membuka forum diskusi materi-materi dewasa seperti BB17 (buka-bukaan 17 tahun ke atas) dan forum Fight club yang disediakan untuk mereka yang ingin berdebat kusir, termasuk di dalamnya isu sara. Dua forum tesebut terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah pengunjung dan anggota forum kaskus. Hal ini terbukti dari penghargaan PC Magazine Indonesia yang menobatkan kaskus sebagai situs komunitas terbesar di Indonesia tahun 2005[5]. Namun, setelah diberlakukannya UU IT tahun 2008 yang mengatur konten media on-line seperti di kaskus, forum BB 17 dihapuskan, dan forum Fight Club diganti dengan Debate Club yang lebih termoderasi.

Dalam forum komunitas kaskus.us, terdapat peraturan yang harus ditaati oleh tiap anggotanya. Aturan ini diatur oleh pemilik situs atau admin yang dalam kaskus biasa disebut “mimin”. Sedangkan untuk penjaga alur diskusi dan konten yang dilakukan oleh tiap anggota kaskus, ada beberapa moderator atau yang di sini sering disebut “momod”. Lebih jauh lagi, para anggota kaskus yang di tahun 2010 telah mencapai angka 1.600.000 orang dengan kunjungan tiap hari 600.000 kali, memiliki sebuah identitas dengan menamai dirinya kaskuser. Mereka memiliki simbol-simbol sendiri yang menunjukan identitas itu di antaranya dengan adanya logo. Di dunia real pun, disediakan pula kaos dan pernak-pernik kaskus yang menjadi kebanggaan para kaskuser ketika mengenakannya di tempat umum.

Dari segi kebahasaan, ada jargon yang biasa digunakan oleh para kaskuser ini dalam berinteraksi di forum kaskus. Jargon-jargon ini menjadi sebuah identitas yang patut dibanggakan oleh mereka. Bahkan ketika berinteraksi dengan pengguna internet lain seperti forum di luar Kaskus, mereka masih sering menggunakan jargon-jargon yang biasa ada di Kaskus. Fakta ini memperlihatkan bagaimana kuatnya identitas dan ikatan antar Kaskuser baik di dalam atau luar Kaskus.

Di sisi lain, ketika seorang pengunjung internet yang baru masuk ke Kaskus dan ingin menjadi bagian dari identitas itu, diperlukan sebuah usaha akomodatif dalam prosesnya. Ia harus mengadopsi kebiasaan umum dalam komunitas, termasuk di antaranya kebiasaan berbahasa. Fenomena paling umum dalam usaha akomodatif ini adalah penggunaan jargon.

Di dalam Kaskus, terdapat jargon-jargon yang menjadi ciri khas dari komunitas di dalamnya. Ada beberapa di antaranya yang tidak terdapat di tempat lain dan asli diciptakan dari dalam komunitas tersebut. Berikut ini adalah beberapa jargon yang kerap muncul dalam komunikasi antar pengguna kaskus.

  1. AFAIK                  : As Far As I Know (sejauh yang saya tahu)
  2. ASAP                    : As soon as Posible (sesegera mungkin)
  3. Bata Merah            : kebalikan dari cendol, salah satu sebab orang kena bata karena ngomong jorok, kasar, SARA, dan segala sesuatu yg tidak mengenakan.
  4. Beibeh17                : bb+17,18,19,20,21, artinya gambar khusus dewasa.
  5. Bro                        : brother
  6. Cendol                   : memberi reputasi bagus ke seseorang di Kaskus.
  7. CMIIW                 : correct me if i’m wrong
  8. COD                      : cash on delivery.
  9. Copas                    : copy paste, ambil artikel atau gambar asli dengan sumbernya.

10.  DP                         : Disturbing Picture.

11.  Fc                          : fighting club.

12.  FJ                          : Forum Jokes.

13.  FJB                        : forum jual beli.

14.  FM                                    : Forum Musik.

15.  Fovie                      : forum movie.

16.  FYI                        : For your Information.

17.  Gan                        : Panggilan kepada sesama member, asal kata dari “juragan”.

18.  Hoax                      : Artinya bisa juga Berita Bohong.

19.  Igo                         : Indonesian Girl Only.

20.  Imho                      : in my humble opinion.

21.  iso2000                  : Jika seseorang sudah punya postingan sampai 2000.

22.  junk                        : posting yang tidak berkualitas.

23.  Kimpoi                   : k-a-w-i-n.

24.  Klonengan              : artinya copy-an, copycat, turunan, dan kata sejenisnya.

25.  Maho                     : Homo alias pecinta sesama jenis.

26.  Mimin/Momod       : artinya admin/Moderator kaskus.

27.  Pertamax                : artinya dia yang pertama me-reply suatu thread.

28.  PM                                    : private message.

29.  rekber                    : rekening bersama.

30.  RS                         : roy sukro, plesetan dari Roy Suryo.

31.  Sedot                     : kata lain dari Download.

32.  Sob                        : kebalikan dari bos.

33.  Sotosop                 : Maksudnya gambar hasil edit-an photoshop.

34.  TKP                       : artinya, sebutan untuk link internet yg ada di kaskus.

35.  Trit                         : singkatan dari thread.

36.  TS                          : Thread Starter, alias yang buat topik.

37.  WTA                     : want to ask.

38.  WTB                      : want to buy.

39.  WTS                      : want to sell

Sumber: http://wahyucyber.wordpress.com/2010/04/27/istilah-istilah-di-kaskus/ diunduh 27 Mei 2010 15:00 WIB

Dari daftar di atas, dapat terlihat cukup banyak jargon yang biasa digunakan oleh para kaskuser selama berinteraksi. Seorang pengunjung baru yang ingin menjadi calon anggota, mau tidak mau harus mengadopsi beberapa jargon yang ada agar bisa diterima dalam komunitas secara sepenuhnya. Maksud dari keterimaan ini adalah bukan hanya terdaftar sebagai anggota yang ditunjukan dengan user name dan password member, konsep ini mencakup bagaimana kemampuan ia untuk berbaur dengan komunitas tersebut. Ketika ia sudah terdaftar lantas melakukan interaksi di dalam komunitas tanpa menyertakan jargon-jargon yang ada, maka hal ini akan dianggap sebagai sebuah penyimpangan kebiasaan umum yang berlaku.

Penggunaan jargon sebuah komunitas bagi anggota baru dalam usaha pembauran diri ini dinilai efektif. Ketika anggota barut ersebut mengaku dirinya baru lantas berusaha untuk mengadopsi jargon-jargon yang ada, dengan cepat ia akan mendapatkan tanggapan dari anggota komunitas yang lain. Seperti apa yang dapat kita lihat dalam contoh kalimat di bawah ini.

Kaskuser dengan user id “rajalubis11” mengaku dirinya baru di kaskus dengan menggunakan istilah Newbi. Istilah newbi sendiri merupakan jargon umum di dunia internet yang mengacu pada seorang pengguna baru internet. Dari thread yang dibuat oleh rajalubis11 ini, ada lebih dari 20 kaskuser yang ikut menanggapi.

“——————————————————————————–halo semua para agan” kaskus yang ud dewa dewa di kaskus, ane masih newbi nih gan, salam kenal yaa semua”[6].

Di sana user rajalubis 11 menggunakan jargon “agan” yang biasa ada di kaskus untuk menyebut sesama kaskuser. Secara kebahasaan, pemilihan kata itu mencakup dua aspek komunikasi. Pertama, Penggunaan jargon tersebut menunjukan kepada kaskuser yang lain bahwa ia seorang baru di kaskus, tapi ada usaha untuk menjadi bagian dari komunitas. Hal ini seperti sebuah permohonan implisif dari raja lubis11 epada seluruh kaskuser agar ia diterima. Kedua, penggunaanjargon “agan” yang biasa digunakan untuk memanggil kaskuser yang lain, menunjukan ada nilai solidaritasyang ingin ditunjukan rajalubis11. Kata agan ini akan membuat interaksi antar kaskuser lebih akrab dan sekaligus menimbulkan simpati dari kaskuser lain. Sehingga demikian, dapat dilihat bagaimana teknik akomodasi user rajalubis11 mampu mempercepat proses pembauran dirinya dalam komunitas kaskus.

Lebih jauh lagi, penggunaan jargon ini ternyata kerap digunakan oleh kaskuser di luar forum kaskus. Baik di tempat-tempat umum dengan suasana informal, seseorang sering menggunakan kata “gan” atau “sob” untuk memanggil temannya. Kecenderungan penggunakan jargon dari kaskus ini dapat dipahami pula sebagai usaha akomodasi seseorang untuk lebih cepat mengakrabkan dirinya dalam kelompok tertentu. Hal ini bisa terjadi jika mayoritas dari anggota kelompok itu seorang kaskuser atau paling tidak tahu akan jargon-jargon di kaskus tersebut. Sebaliknya, penggunaan jargon-jargon ini juga dapat dimaksudkan untuk mengeluarkan orang lain dari percakapan yang bukan sesama kaskuser.

Penutup

Teknik akomodasi berbahasa kerap dilakukan oleh seseorang untuk mempermudah integrasi/pembauran dirinya dalam sebuah komunitas. Penggunaan beberapa hal yang menjadi ciri khas dari komunitas tersebut adalah wujud dari teknik akomodasi. Salah satu praktiknya adalah penggunaan jargon-jargon komunitas seperti yang ada di kaskus. Seorang anggota baru cenderung untuk mengadopsi jargon-jargon umum di kaskus agar bisa lebih cepat terintegrasi dalam komunitas. Sebaliknya, seseorang yang tidak mengetahui jargon-jargon ini, akan lebih sulit dalam usahanya untuk berbaur di komunitas tersebut.


[1] Koentjaraningrat, Pengantar ilmu Antropologi, Jakarta: 1990

[2] Lihat http://baikoeni.multiply.com/journal/item/138/ANALISA_PEMILIHAN_BAHASA_DALAM_KOMUNIKASI_TERTULIS_DIPLOMATIK 27 Mei 2010 12:00 WIB

[3] Lihat http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php diunduh 27 Mei 2010 14:20 WIB

[4] Berdasarkan dari penjelasan Andrew Darwis dalam Workshop on-line Entrepreneurship di kampus Politeknik Negeri Jakarta 11 Maret 2010.

[5] Lihat http://artikelindonesia.com/sejarah-kaskus.html 27 Mei 2010

[6] Lihat http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4243435

Other articles you might like;

 

Sign up Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:

Don't forget to confirm your email subcription

   

One Comment to “Penggunaan Jargon sebagai Teknik Pembauran Individu ke dalam Komunitas Kaskus.us”

Leave your comment here:

Koran Today

My Archives

Page Rank

Key words

  • Partner links