Putihkan Internet, Berdzikir dalam Blog dan Jejaring Sosial
Buka-buka folder dokumen dan menemukan paper ini. Sudah agak lama dibuat yaitu ketika dipakai sebagai bahan presentasi saat diundang oleh Republika untuk jadi pembicara di pelatihan internet Pesantren Indigo di Kota Jepara 19 Maret 2011. Kota yang indah dan mengesankan. Semoga tulisan ini bermanfaat
![]()
Putihkan Internet, Berdzikir dalam Blog dan Jejaring Sosial[1]
(Dimas Prasetyo Muharam)
Pendahuluan
“Sampaikanlah walau satu ayat”. Penggalan hadits tersebut menjadi inspirasi tiap umat muslim dalam berdakwah. Secara eksplisif, dalam keadaan apapun tiap muslim berkewajiban untuk melakukan siar Islam. Dapat dilakukan ke masyarakat luas, kelompok, atau paling tidak, kepada orang-orang terdekat dalam keluarga. Siar ini tidak melulu mengacu pada kegiatan seperti ceramah atau kuliah yang dilakukan di depan khalayak. Lebih dalam, siar dapat dilakukan melalui tulisan atau tiap perbuatan yang seseorang kerjakan setiap hari. Oleh karena itu, tiap muslim baik disadari atau tidak, telah menjadi Dai dalam arti faktual.Paper bahas presentasi tentang putihkan internet yaitu usaha memperbanyak konten positif di internet oleh para santri pesantren
Namun perlu diberi tekanan bahwa hadits tersebut mengandung kata “sampaikan”. Hal ini mengindikasikan bagaimana pesan-pesan kebaikan dari seorang Muslim penting untuk dapat sampai kepada pihak penerima. Bukan hanya berhenti pada tahapan memberikan informasi tanpa memperhatikan apakah pesan tersebut diterima atau tidak. Perlu ada kecerdikan dari seorang Muslim agar siar yang dilakukan dapat tepat sasaran. Apabila sejauh ini dikenal cara-cara konvensional seperti ceramah, masih banyak media lain yang dapat dimanfaatkan yang salah satunya adalah internet.
Media ini seyogyanya mendapat perhatian dari umat Muslim khususnya kalangan santri pesantren dalam melakukan siar Islam. Fakta bahwa mayoritas pengguna internet adalah kalangan muda, menjadi lahan potensial melakukan pembentukan karakter Islami generasi muda yang berasal dari kalangan itu sendiri. Dengan cara yang disukai, baik melalui blog atau situs jejaring social, nasihat menasihati dalam kebaikan sesama anak muda tentu akan dapat berjalan lebih baik. Apalagi ketika insan-insan cendekia dari pesantren ikut berpartisipasi di dalamnya. Tentu kehidupan sehari-hari yang dialami oleh para santri akan mampu menjadi mutiara hikmah yang dapat menginspirasi pengguna internet yang lain.
Keunggulan Internet
Internet belakangan menjadi sebuah saluran berkomunikasi yang amat fenomenal. Media ini telah mampu membuat komunikasi jarak sejauh apapun menjadi lebih cepat dan mudah. Apabila dahulu untuk mengirim surat diperlukan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu melalui jasa pos, kini dalam hitungan detik surat dapat segera sampai melalui fasilitas surat elektronik atau E-mail.
Teknologi ini terus berkembang. Pengguna internet kini mengenal apa yang dinamakan situs jejaring sosial atau Social Network. Terobosan di media internet ini praktis membuat seseorang yang secara geografis berada jauh, terasa tak ada jarak lagi dengan kemampuan yang dimiliki situs jejaring sosial seperti friendster, Facebook, atau Twitter. Dalam sebuah jaringan pertemanan, pengguna dapat melakukan aktivitas yang biasa dilakukan di atas dunia nyata. Mereka dapat saling mengobrol melalui fasilitas chatting, menunjukan apa yang sedang dirasakan dengan update status, dan melampiaskan sifat dasar manusia yang selalu ingin tahu dengan komentar di status teman. Selain fasilitas-fasilitas dasar tersebut, masih ada kemudahan untuk menulis catatan dalam notes atau upload foto yang dapat ditinjau oleh pengguna lain yang berada dalam satu jaringan.
Tak berhenti sampai di sana, perkembangan website 2.0 turut memberikan nafas baru dalam interaksi ranah internet. Beberapa tahun yang lalu, situs-situs masih bersifat statis. Tujuan utama dari situs masa itu hanya sebagai pusat informasi dan penyampaiannya berjalan satu arah. Pengunjung hanya dapat mengambil informasi, tak dapat turut berkontribusi atau berinteraksi dengan pengunjung lain di halaman situs tersebut. Namun kini interaksi pengunjung sudah mulai diakomodasi oleh internet. Pengguna dapat memberikan tanggapan langsung pada informasi yang didapatkan. Mereka dapat pula berinteraksi dengan pengunjung lain melalui fasilitas kolom komentar atau chatting.
Media lain yang luar biasa di internet adalah blog. Blog merupakan penemuan revolusioner yang secara drastis mempermudah pengguna dalam membuat situs atau halaman demi halaman milik sendiri di belantara internet. Apabila dulu untuk membuat sebuah situs dibutuhkan web designer khusus dan profesional, kini sedikit demi sedikit masalah itu dapat dipecahkan oleh CMs atau Content Management System yang jauh lebih mudah dan murah. Bahkan dalam hal blogging, cukup beberapa klik pengguna internet dapat memiliki halaman blog sendiri dengan cepat dan gratis. Penyedia jasa free blogging seperti blogspot, wordpress, atau multiply sudah amat populer dan mudah digunakan oleh pemula sekalipun.
Berbagi Kebaikan di Blog
Blog merupakan salah satu media di internet yang mengizinkan pemilik blog untuk melakukan apa saja. Konsepnya seperti kepemilikan rumah di salah satu sudut belantara internet. Di dalamnya blogger dapat menulis pengalaman hidup, menyisipkan foto atau video, dan berinteraksi melalui kolom komentar yang disediakan. Melalui kolom komentar ini, akan terjalin interaksi dan ikatan antara blogger dan pengunjung.
Sebagai blogger muslim, tentu perlu diingat bahwa segala apa yang dikerjakan pasti ada pertanggungjawabannya kepada Allah SWT. Apa yang ditulis atau diunggah di dalam blog, tentu akan memiliki dampak bagi para pengunjung yang baik sengaja atau tidak sengaja melalui search engine mengunjungi blog tersebut. Tentu konten yang disajikan harus bermanfaat dan memberikan dampak positif.
Termasuk ketika para santri ingin memanfaatkan media blog sebagai wahana siar Islam. Tak perlu sulit-sulit, santri sudah dapat berdakwah ketika mau berbagi risalah-risalah mengenai Islam di halaman blognya. Apa yang dipelajari di kelas atau hasil diskusi dengan Kyai atau santri lain merupakan sumber ilmu yang akan lebih bermanfaat ketika telah dibagikan dalam blog, dimana siapa saja dari tempat manapun dapat mengakses dengan bebas.
Selain itu, pengalaman keseharian santri selama berada di lingkungan pesantren pun dapat menjadi alat dakwah yang menarik. Sisi dalam kehidupan santri selama berada di pesantren tentu sebuah hal yang unik. Kegiatan belajar mengajar, pergaulan sesama santri, atau kejadian-kejadian lucu yang disajikan dengan baik akan mengundang pengunjung yang setia untuk mengikuti update di blog.
Strategi Berdakwah dalam Blog
Seperti layaknya perang, berdakwah dalam blog pun perlu strategi. Perang melawan konten-konten negatif yang beredar di internet perlu digalakan oleh tiap muslim dengan terus menerus memperbanyak konten-konten positif. Langkah ini adalah jalan satu-satunya karena mustahil memblokir seluruh konten negatif di media yang memberikan kebebasan seluas-luasnya bagi pengguna mengekspresikan hal apapun.
Strategi ini bertujuan untuk menarik pengunjung-pengunjung tetap yang mengikuti perkembangan dalam blog. Tak jauh berbeda ketika memasarkan suatu produk. Sebaik apapun produk yang dihasilkan tanpa kemasan dan strategi pemasaran yang baik, maka penjualan produk tersebut tak dapat dikatakan berhasil.
Hal pertama yang perlu dilakukan oleh para Dai blogger adalah membuat blog yang unik. Blog perlu memiliki tema atau topik tertentu yang berbeda dari blog-blog lain. Perlu diketahui bahwa 80% dari pengguna internet menggunakan mesin pencari (Search Engine) untuk menemukan sebuah konten. Penentuan hasil pencarian ini ditentukan oleh semakin spesifiknya kedekatan antara kata kunci dengan situs yang dicari. Oleh karena itu, semakin unik blog yang dibuat, maka akan semakin mudah bagi pengunjung ketika memasukan kata kunci terkait di mesin pencari.
Selain itu, sebuah blog yang unik biasanya akan sulit untuk diabaikan oleh pengguna internet. Ketika seseorang menemukan sebuah blog yang menyajikan informasi atau konten-konten yang bermanfaat, maka ada kemungkinan mereka akan kembali ke blog tersebut di kemudian hari. Dalam tahapan ini, sudah ada ikatan imaginer yang terjadi antara blog dan pengunjungnya.
Langkah berikutnya adalah membangun hubunga yang lebih erat antara blogger dan pengunjung. Di dalam blog ada kolom untuk berkomentar. Di sana biasanya pengunjung akan memberikan tanggapan atau bertanya terkait dengan tulisan yang ada di blog. Agar pengunjung merasa diperhatikan, blogger sebaiknya segera menanggapi balik komentar yang diberikan oleh pengunjung. Hal ini akan memberikan kesan bahwa blog tersebut hidup dan tidak ditinggalkan begitu saja oleh bloger empunya. Dengan interaksi yang intensif ikatan emosional tersebut dapat terbentuk, dan pengunjung akan setia untuk menunggu update blog.
Setelah pada tahapan responsif, blogger pun perlu untuk memperbaharui (update) blog secara rutin. Buat tulisan-tulisan yang berkelanjutan dan jangan pernah membiarkan blog tidak memberikan tulisan baru terlalu lama. Karena pengunjung yang telah merasa menemukan blog yang unik biasanya akan mengunjungi blog tersebut di kemudian hari. Tentu ketika dia mengunjungi blog itu lagi, mereka ingin membaca tulisan-tulisan baru di sana. Apabila blog terkesan ditelantarkan, maka pengunjung dapat kecewa dan mungkin tak akan berkunjung kembali.
Sampai di sini sebuah blog telah memiliki pengunjung-pengunjung setia. Blogger telah memiliki komunitas kecil yang berpusat pada blog yang dikelolanya. Namun akan lebih efektif jika blogger membentuk lagi komunitas lebih besar sesama blogger dengan visi yang serupa. Interaksi sesama blogger akan mampu meningkatkan publisitas dari blog-blog anggotanya. Pengunjung dapat lebih terfasilitasi dengan banyaknya pilihan dalam satu lingkup yang sama. Selain itu, interaksi antar blogger pun dapat memperkaya pengetahuan sesama blogger. Mereka dapat saling berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai dunia blogging.
Perlu dicatat bahwa dunia blogging tak ubahnya dengan kehidupan nyata. Semakin banyak seorang blogger berbagi hal-hal bermanfaat kepada orang lain, maka akan semakin dikenal blogger tersebut. Begitu pula ketika kemampuan komunikasi blogger tersebut yang menyenangkan kepada para penunjungnya. Ia akan semakin disukai dan memberikan kenyamanan ketika pengunjung Blog Walking di sana.
Bertasbih dalam Jejaring Sosial
Banyak kalangan yang menganggap situs-situs jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter memberikan dampak negatif dalam masyarakat. Kasus-kasus seperti siswa yang malas belajar atau penculikan berkedok teman facebook kerap menjadi headline berita-berita kriminal. Dalam melihat stereotipe ini, sebaiknya perlu dilihat lagi apa dasar dari diciptakannya situs jejaring sosial.
Pada dasarnya, internet beserta media-media didalamnya diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia, terutama dalam berkomunikasi. Melalui situs jejaring sosial, orang-orang yang tinggal berjauhan, dapat berinteraksi dengan mudah melalui situs tersebut. Dengan situs jejaring sosial pula, dapat ditemukan teman lama atau kontak publik figur yang memungkinkan pengguna internet untuk melakukan interaksi secara langsung dengan mereka. Singkat kata, anggapan ini tergantung bagaimana pengguna internet memperlakukan situs jejaring sosial secara bijak.
Menurut penulis, kemampuan luar biasa yang ditawarkan oleh situs-situs jejaring sosial ini dapat pula dimanfaatkan sebagai media dakwah. Melalui interaksi aktif dengan sesama pengguna lainnya, santri dapat menunjukan sikap interaktif yang Islami secara konsisten. Karena tiap Muslim adalah suri tauladan untuk orang-orang di sekitarnya, maka dakwah ini dapat dilakukan melalui tiap status atau update yang dibuat oleh santri.
Hal termudah yang dapat dilakukan dalam situs jejaring sosial antara lain dengan update status Facebook atau twitter yang positif. Positif di sini mengacu pada kalimat-kalimat yang tidak terkesan mengeluh atau sekedar curhat yang mengumbar emosi. Karena sejauh pengamatan penulis, status atau wall di Facebook biasanya dipenuhi dengan keluhan demi keluhan hidup yang secara tidak langsung dapat memberikan aura negatif kepada teman yang membacanya.
Akan amat berbeda ketika para santri dapat membagikan mutiara hikmah dari pengalaman hidup yang dialami sehari-hari. Seperti contoh ketika sedang ditimpa sebuah masalah, seorang pengguna Facebook akan cenderung untuk update status untuk mendapatkan perhatian dari teman-temannya. Sebagai seorang yang telah memapu melihat hikmah di balik setiap masalah, seyogyanya dalam mengungkapkan masalahnya, ditulis melalui sudut pandang yang lebih positif. Bukan mengeluh melainkan turut memotivasi orang yang membacanya agar selalu bersyukur dan mengambil hikmah dari setiap musibah.
Lebih jauh, melalui jejaring sosial pun santri dapat berbagi ilmu dengan lebih interaktif. Hal ini merupakan bentuk lebih maju dari sekedar berbagi pengetahuan di blog. Twitter, menjadi solusi terbaik dalam hal ini. Di dalam konsep Twitter, ada yang dinamakan followers atau pengguna twitter lain yang memantau twit demi twit yang dihasilkan. Pada umumnya, semakin sebuah account twitter bermanfaat, maka akan semakin banyak memiliki follower.
Melalui Twitter, santri dapat berbagi ilmu secara berkala tentang subjek tertentu. Kuliah yang dibagikan berupa kalimat-kalimat singkat sebatas 140 karakter yang kemudian dapat dibaca oleh semua followers. Para followers pun dapat secara interaktif bertanya kepada pembuat twit atau sekedar menanggapi twit yang dibuat. Cara ini secara langsung akan membuat komunikasi dua arah dapat dilakukan ke banyak orang dengan lebih masif.
Menulis dan Terus Menulis
Agar kegiatan dakwah dapat dilakukan secara konsisten, santri tak perlu memikirkan hal-hal hebat apa yang perlu dibgikan. Mulailah dari diri sendiri melalui apa yang menjadi kemampuan masing-masing. Ketika sesuatu yang dibagikan tersebut adalah bagian dari hobi atau kegemaran, maka akan ada efek ganda yang dihasilkan. Pertama adalah manfaat yang dapat diambil oleh orang yang mengunjungi blog atau account jejaring sosial kita, dan efek lain adalah kepuasan untuk menyalurkan hobi pribadi.
Penulis sendiri pun melakukan hal tersebut untuk aktif memperkaya konten dalam dunia internet. Ada kepuasan pribadi ketika apa yang dibagikan dapat diambil manfaatnya oleh orang lain. Ada sensasi tersendiri ketika tulisan kita mendapatkan komentar atau sekedar diberi tanda “like” di Facebook.
Secara rutin, biasanya penulis mengisi blog pribadi dengan tulisan-tulisan dari kuliah di kelas. Baik esei atau makalah tersebut penulis terbitkan di blog, tentu dengan perubahan secukupnya. Artikel-artikel penulis yang diterbitkan di koran turut dimasukan pula ke dalam blog. Cara ini dilakukan agar frekuensi update blog tetap terjaga dan pengetahuan yang ada di artikel tersebut dapat tersebar lebih luas melalui internet.
Pada dasarnya, kegiatan menulis tak boleh berhenti. Setiap ada peristiwa menarik di sekitar, tulislah. Ketika terlintas sebuah pemikiran yang sekiranya menarik untuk didiskusikan, tulislah. Atau mungkin ada pelajaran yang baru didapat dari guru atau ustadz, tulislah. Apapun yang positif dan bermanfaat bagi khalayak, tuangkan dalam bentuk tulisan. Bentuk dapat berupa apa saja, tergantung kegemaran masing-masing. Ada yang lebih suka dengan artikel opini, makalah ilmiah, atau mungkin cerpen dan puisi.
Penutup
Internet adalah media yang amat potensial dijadikan sarana dakwah. Tiap santri, dengan ilmu agama dan pengalaman kesehariannya yang Islami, dapat dijadikan sumber inspirasi yang dapat dibagikan kepada para pengguna internet. Karena dengan akhlaq dan kebiasaan hidup yang dibina oleh pesantren, menjadikan keseharian hidup santri layak untuk dibagikan kepada khalayak.
Selain itu, jadikanlah pula usaha membendung konten-konten negatif dengan memperbanyak yang positif ini sebagai salah satu bentuk Jihad. Ketika tiap hari situs-situs yang bermaterikan hal-hal negatif terus bertambah, lawan dengan menyebarkan kebaikan melalui internet. Karena hanya dengan jalan itu dampak negatif internet dapat sedikit demi sedikit direduksi dan Insya Allah Indonesia akan menjadi lebih baik.
[1] Makalah ini dibuat sebagai bahan pelatihan internet masuk pesantren di Jepara yang diselenggarakan atas kerja sama PT Telkom dan Harian Republika20 Maret 2011.
Other articles you might like;
- Putihkan Internet, Berdzikir dalam Blog dan Jejaring Sosial
- Memanfaatkan New Media untuk Aksi Sosial pada Penyandang Disabilitas
- Teknologi, Peretas Batas Disabilitas
- Meraba Gema Braille di Dunia Maya
Incoming search terms:
- arti penting lingkungan hidup bagi kehidupan
- dampak teknologi ramah lingkungan
- arti penting lingkungan hidup
- arti penting lingkungan bagi kehidupan
- arti penting lingkungan hidup bagi kehidupan manusia
- dampak positif lingkungan hidup
- cerpen agama
- arti nama prasetyo
- iri hati dalam islam
- masalah agama di indonesia
Related Posts:
Posted in Paper
Tags: Jepara, Pesantren Indigo, Republika, telkom
