Teknologi bagi Tunanetra
Walaupun membaca buku melalui komputer sudah memungkinkan, tapi media buku bicara masih efektif untuk dipergunakan. Media ini disebut buku bicara karena teknik pembuatannya adalah dengan merekam suara pembacaan sebuah buku oleh seseorang yang disimpan dalam bentuk kaset atau digital CD. Sehingga jika seseorang memutar kaset atau CD tersebut, maka akan terdengar suara seseorang membaca buku yang kemudian disebut buku bicara.
Buku bicara ini pada umumnya lebih digemari oleh tunanetra. Karena dapat lebih dimengerti dengan adanya intonasi dan ekspresi dari pembaca buku bicara. Sejauh pengetahuan penulis, produksi buku bicara ini baru dilakukan oleh Yayasan Mitra Netra yang bergerak dibidang pendidikan dan rehabilitasi tunanetra. Buku bicara ini pada awalnya diproduksi dalam bentuk kaset, kemudian Yayasan Mitra Netra sudah mulai memproduksi dalam bentuk digital CD yang lebih praktis. Tapi sekarang juga sudah diproduksi dalam bentuk ebook halaman-halaman HTML. Yang bisa diakses melalui program internet browser.
Kemudian mungkin anda juga ingin tahu, apakah tunanetra bisa mengakses telepon genggam yang populer disebut handphone. Kita semua mengetahui bahwa telepon genggam khususnya untuk tipe-tipe terbaru memiliki feature dan menu-menu yang rumit. Tapi ternyata, handphone tersebut pun bisa diakses oleh tunanetra. Mekanismenya sama seperti komputer yang menggunakan screen reader atau pembaca layar. Handphone terlebih dahulu diinstall program yang disebut talks. Program ini berjalan pada handphone yang berbasis operating system symbian. Jadi program sscreen reader yang sudah terinstall, akan membacakan menu-menu dan perintah-perintah yang terdapat dalam handphone. Program ini sangat membantu bagi tunanetra terutama dalam membaca dan menulis sms. Sehingga tunanetra juga memiliki privasi dalam hal tersebut. Tidak perlu lagi meminta orang awas (sebutan untuk orang normal) membacakan isi sms yang kemungkinan tidak ingin isinya diketahui oleh orang lain.
Semua teknologi yang sudah penulis sebutkan di atas, sangatlah membantu sekali bagi tunanetra. Mereka bisa mengfungsikan kembali kemampuan administrasi atau tulis menulis yang sebelumnya sangat sulit dilakukan secara mandiri. Tapi sayangnya, hal-hal tersebut belum tersosialisasi dengan baik dalam masyarakat. Mereka masih menganggap instalasi teknologi bagi tunanetra membutuhkan biaya yang sangat mahal. Walaupun penulis juga akui instalasi teknologi bagi tunanetra cukup mahal, tapi manfaat yang dihasilkan jauh lebih besar jika dibandingan dengan harganya.
Penulis menginginkan setiap warnet memiliki minimal dua komputer bicara yang bisa diakses oleh tunanetra. Sehingga tunanetra yang tidak memiliki komputer di rumah, bisa mengakses teknologi dan informasi yang serupa lewat warnet. Sebenarnya hal tersebut tidak terlalu sulit untuk direalisasikan. Harga program pembaca layar sekitar 250USD. Tapi juga tersedia versi trial yang bisa dipasang gratis tanpa biaya.
Perpustakaan juga akan menjadi aksesibel jika menyediakan buku-buku dalam versi tulisan braille atau buku bicara. Sebelumnya, tunanetra menganggap perpustakaan adalah tempat yang tak bisa diakses. Tapi jika tersedia buku braille dan buku bicara, maka mereka juga bisa membaca buku langsung di perpustakaan atau meminjamnya untuk dibaca di luar perpustakaan. Selain itu bisa juga perpustakaan tidak perlu menyediakan buku braille atau bicara, tetapi cukup komputer bicara yang akses katalog atau tulisan braille yang memuat informasi buku-buku apa saja yang tersedia di perpustakaan tersebut. Sehingga tunanetra tidak perlu meminta pertolongan orang awas untuk mencari buku dan membacakan katalog.
Teknologi bagi tunanetra memang sangat bermanfaat. Hal ini bisa memberikan hak-hak tunanetra yang sama dengan orang lainnya. Jangan pernah jadikan tunanetra dan penyandang cacat yang lainnya sebagai beban, tapi izinkan pula mereka dalam peran serta menyukseskan pembangunan bangsa. Penulis berharap teknologi ini bisa cepat tersosialisasikan dalam masyarakat. Sehingga bisa melahirkan ahli-ahli ilmu pengetahuan berikutnya yang berasal dari kaum penyandang cacat. Karena mereka juga warga negara yang memiliki hak dan kewajiban untuk memajukan kehidupan bangsa. (DPM)
Other articles you might like;
- Putihkan Internet, Berdzikir dalam Blog dan Jejaring Sosial
- Memanfaatkan New Media untuk Aksi Sosial pada Penyandang Disabilitas
- Teknologi, Peretas Batas Disabilitas
- Meraba Gema Braille di Dunia Maya
Pages: 1 2
Share This Article
Sign up Free Email Newsletter
Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:Don't forget to confirm your email subcription



6 Comments to “Teknologi bagi Tunanetra”
tolonglah saya! aku pingin mengetahui fitur program jaws, kelemahan dan kelebihannya
tidak terlalu ada kelemahannya. JAWS ini sudah sesuai sekali untuk digunakan oleh pengguna screen reader yang tunanetra
terima kasih mas Ivan. Alhamdulillah dengan perkembangan teknologi saat ini, sudah amat membantu tunanetra dalam melakukan kegiatan-kegiatan standar :)
bagus ya tekhnologinya membantu tuna netra untuk scanner tunanetra.
Alhamdulillah. terima kasih sudah berkunjung. tentu, dengan senang hati jika apa yang ada di sini bisa bermanfaat bagi orang banyak :)
how are you bro? senang bgt baca tulisan-tulisanmu, sangat menolong saya. kalau boleh saya mau minta izin untuk mengkopasnya ke website yang saya kelola, ya kalau kamu gak keberatan… saya sering dapat tugas dr atasan saya, mencari artikel yang berkaitan dengan teknologi dan ketunanetraan, dan saat masuk ke situs ini, saya bnr-bnr merasa lega krn tlh menemukan yg saya cari. tp saya sadar saya hrs minta izin dl kpd yg empunya tulisan, makanya saya memberanikan diri untuk itu. tentunya hasil kopasannya nanti akan disertai dengan sumbernya. mohon dikonfirm ya bro… thanks a lot